Pejuang Cinta

Posted on Updated on

Saya belum tahu mau diisi apa blog ini. Rasanya akan mengalir saja apa adanya. Sudah lama bikin rencana dan tulis konsep, eh gak jadi-jadi juga. Jadi ya, hari ini, sambil diingatkan terus oleh Dahlan Iskan–sorry, bukan idola saya, tapi bekas bos saya, hahaha–ya kerja kerja kerja.

Dahlan mungkin tidak ingat pernah punya anak buah seperti saya–walau kita pernah bertaruh Rp500 ribu bahwa Radar Banjarmasin akan mengalahkan Banjarmasin Post dalam 3 tahun dalam indikator yang kita sepakati bersama.

Dahlan mengeluarkan sendiri uang Rp500 ribu itu dari dompetnya. Oleh teman-teman, uang itu kemudian dibingkai sekalian dengan surat taruhannya.

Saya tidak tahu bagaimana nasib uang itu kemudian. Saya terlanjur pindah meninggalkan Radar Banjar.

Tapi Dahlan betul, sebab manusia itu dinilai dari karyanya, dari apa yang diperbuatnya dengan nyata–kalau cuma niat saja, hanya Tuhan ma malaikat yang tahu, ada pahalanya, tapi tak dirasakan manfaatnya. Padahal, orang juga harus bermanfaat bagi lingkungannya, keluarganya, bangsanya, negaranya. Sudah begitu barulah dia sempurna jadi orang, setidaknya di mata lingkungannya, keluarganya, bangsanya, negaranya itu.

Saya ingin menyempurnakan diri di mata orang-orang terdekat dulu. Bukan apa-apa, atas nama cinta, mereka mengenakan syarat yang paling rendah dan sesungguhya paling mudah dipenuhi.

Ada tulisan di bak truk, Pergi Karena Kerja, Pulang Karena Cinta. Hebat, lebih canggih dari status twitter manapun.  (Kutipan favorit saya hari-hari terakhir ini, dari bak truk juga, “Kutunggu Jandamu” cihui…)

Bukankah menyenangkan, menjadi pekerja cinta? Atau ada istilah yang lebih romantis dan pernah dipopulerkan televisi swasta, jadilah pejuang cinta. Para pejuang cinta, kalo berkumpul, jadilah laskar cinta. Oleh Ahmad Dhani, jadi lagu, jadi karya. Sekali lagi, kerja itu.

Tapi saya tak mau juga jadi kayak Freddy Mercury. Apa pun yang berlebihan tak baik, kata Brian May, sahabatnya. Too much love will kill you. Mubazir itu saudara setan. Kebanyakan cinta, Abdul Qadir Jaelani jadi pembunuh. Si Dul bikin mati 6 orang sekaligus dan 1 orang lagi tewas di rumah sakit dengan mobil yang semestinya belum berhak secara hukum dikemudikannya.

Dalam format lain, tentara juga membunuh karena cinta, baik karena cinta dirinya sendiri, cinta keluarganya, cinta bangsa dan negaranya. Mungkin teroris penembak polisi itu juga begitu. Buat cinta pada perjuangannya.

Hehehe, kok jadi ngomongin cinta, sok filsafat lagi kayak Kho Ping Hoo, hahaha. Ah, semoga Asmaraman S Kho Ping Hoo dilapangkan dan diterangkan kuburnya. Hasil karya beliau itu membuat saya jadi pendekar juga (hehehe, gini-gini saya pendekar Mersudi Patitising Tindas Pusakaning Titising Hening yang betako itu).

Cross cultural understanding yang diajarkan Kho Ping Hoo dalam cerita-ceritanya bikin saya jadi gampang punya teman entah orang Hokkian atau Kwang Saw (Guangzhou), atau suku-suku lain dari daratan besar Cina.

Kho Ping Hoo mengajarkan, menulis fiksi pun harus pakai riset, mesti paham sejarah, jadi harus banyak baca dan harus mengenal lingkungan juga.

Beliau itu juga guru saya menulis deskripsi yang pertama.

Nah, tak bisa tidak, akhirnya sampai kepada Michael Chricton. Dua orang ini tak jauh berbeda di mata saya. Cuma saja, Chricton pakai daftar pustaka dan glossary atau daftar kata. Kho Ping Hoo menjelaskan langsung di dalam cerita.

Diantara mereka, ada Arswendo Atmowiloto, ada Seno Gumira Ajidarma, ada Bubin Lantang, Gola Gong.

Itulah para pemahat jiwa, yang kemudian diisi oleh Soe Hok Gie, Norman Edwin, Iwan Fals, Metallica, dan berderet-deret nama yang karyanya merasuk hati dan meninggalkan jejak di pikiran, ucapan, dan tindakan saya.

Nah, jadi ingat Pak Harto deh. Itu kan judul bukunya dia, hahahaa. Juga semboyan hidupnya , mikul dhuwur mendhem jero, yang kata Budi sahabat saya juga panduan hidup kebanyakan orang Jawa yang lain.

Baiklah, cukup dulu ngalor ngidul hari ini. Nanti akan terlihat sendiri polanya. I love you, day, I swear.

← Back

Pesan Anda telah terkirim

Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan

Peringatan!